Oleh: WPS
Buncis (Phaseolus vulgaris) merupakan tanaman legum yang populer di Indonesia. Sayuran ini digemari karena rasanya yang renyah, kaya nutrisi, dan bernilai ekonomi tinggi. Buncis juga dikenal sebagai tanaman yang mudah dibudidayakan dan cepat panen. Namun, agar hasilnya melimpah, diperlukan teknik budidaya yang tepat, mulai dari pemilihan benih, pengolahan tanah, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit.
Berikut panduan lengkap cara menanam buncis agar hasil melimpah:
1. Pemilihan Benih Unggul
Pemilihan benih adalah langkah awal yang sangat menentukan produktivitas tanaman buncis. Gunakan benih unggul, bersertifikat, dan sesuai dengan lokasi tanam (dataran rendah atau tinggi).
Varietas buncis yang umum dibudidayakan:
-
Buncis Merah: Polong berwarna hijau kemerahan, cocok untuk dataran tinggi.
-
Buncis Hijau (Valentino, Lebat, Situbondo): Cocok di berbagai ketinggian, hasil tinggi.
-
Buncis Kancing (bush bean): Tidak merambat, cocok untuk lahan sempit.
Pilih benih dengan daya tumbuh minimal 80% dan bebas penyakit. Rendam benih dalam air hangat selama 2–3 jam untuk mempercepat perkecambahan sebelum ditanam.
2. Persiapan Lahan Tanam
Buncis dapat tumbuh optimal di tanah yang subur, gembur, dan memiliki drainase baik dengan pH 5,5–6,8. Iklim ideal adalah dengan suhu 15–24°C.
Langkah-langkah persiapan lahan:
-
Olah tanah sedalam 25–30 cm untuk menggemburkan dan membasmi gulma.
-
Buat bedengan dengan lebar 100–120 cm, tinggi 30 cm, dan jarak antarbedengan 40–50 cm.
-
Tambahkan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 2–3 kg/m².
-
Jika pH tanah terlalu asam, tambahkan kapur dolomit sekitar 1–2 ton/ha untuk menetralkan keasaman tanah.
3. Penanaman Benih Buncis
Buncis merupakan tanaman yang ditanam langsung (direct seeding) tanpa proses penyemaian.
Cara menanam:
-
Buat lubang tanam sedalam 3–5 cm dengan jarak tanam:
-
Varietas tegak: 40 x 30 cm
-
Varietas merambat: 50 x 40 cm
-
-
Masukkan 2–3 butir benih per lubang, lalu tutup dengan tanah halus.
-
Waktu tanam terbaik adalah awal musim hujan atau saat curah hujan cukup, namun tidak berlebihan.
-
Siram secara rutin agar tanah tetap lembab selama proses perkecambahan (3–5 hari).
4. Pemeliharaan Tanaman Buncis
Tanaman buncis membutuhkan perawatan intensif agar hasilnya maksimal. Berikut langkah-langkah perawatannya:
a. Penyulaman
Lakukan penyulaman 5–7 hari setelah tanam untuk mengganti benih yang tidak tumbuh atau rusak. Gunakan benih yang sama dan segera siram setelah ditanam.
b. Penjarangan
Jika semua benih tumbuh, sisakan 1–2 tanaman yang paling sehat di tiap lubang tanam agar pertumbuhannya optimal.
c. Pemupukan Susulan
Pemupukan bertahap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
-
Pupuk I (umur 10–15 hari): NPK 16:16:16 sebanyak 5–10 gram/tanaman.
-
Pupuk II (umur 25–30 hari): Tambahkan KCl atau pupuk daun untuk merangsang bunga dan buah.
-
Pemupukan bisa dikocor atau ditabur melingkari tanaman sejauh 5–10 cm dari pangkal batang.
d. Penyiraman
Siram tanaman pagi dan sore hari terutama saat cuaca panas. Pastikan air tidak menggenang agar akar tidak membusuk.
e. Penyiangan dan Pembumbunan
-
Penyiangan dilakukan saat gulma mulai tumbuh, minimal 2 kali selama masa tanam.
-
Pembumbunan (menimbun pangkal batang dengan tanah) bertujuan memperkuat akar dan mempercepat pertumbuhan.
f. Pemasangan Ajir
Untuk buncis merambat, ajir sangat penting sebagai media rambat.
-
Gunakan bambu setinggi 1,5–2 meter.
-
Pasang ajir saat tanaman berumur 2 minggu.
-
Bantu sulur tanaman untuk merambat ke atas secara teratur.
5. Pengendalian Hama dan Penyakit
Untuk hasil yang maksimal, tanaman buncis harus dijaga dari serangan hama dan penyakit.
Hama umum:
-
Kutu daun: Menyerang daun muda dan menyebarkan virus. Gunakan perangkap kuning atau semprot insektisida nabati (air tembakau, bawang putih).
-
Ulat daun: Menyebabkan daun berlubang. Gunakan pestisida hayati atau insektisida organik.
-
Thrips: Menyerang bunga dan menyebabkan buah gagal terbentuk.
Penyakit umum:
-
Antraknosa: Menyerang buah, menyebabkan bercak coklat. Gunakan fungisida berbahan aktif mankozeb.
-
Embun tepung: Menyerang daun, terlihat seperti tepung putih. Gunakan fungisida alami atau kimia.
-
Layu fusarium: Tanaman layu mendadak. Gunakan varietas tahan dan perbaiki drainase tanah.
Pencegahan alami:
-
Tanam buncis bersama tanaman pengusir hama seperti marigold, bawang, atau serai.
-
Semprot larutan bawang putih + cabai + sabun cair untuk mencegah hama.
6. Pembungaan dan Pembentukan Buah
Buncis mulai berbunga sekitar 30–35 hari setelah tanam. Polong terbentuk 5–7 hari setelah bunga mekar.
Tips agar buah melimpah:
-
Hindari pemupukan nitrogen berlebih agar tidak terlalu banyak daun.
-
Beri pupuk fosfor dan kalium lebih banyak saat tanaman mulai berbunga.
-
Pastikan tanaman terkena sinar matahari langsung 6–8 jam/hari.
7. Panen Buncis
Buncis bisa dipanen 45–60 hari setelah tanam, tergantung varietas dan ketinggian lokasi.
Ciri-ciri buncis siap panen:
-
Polong masih muda dan segar.
-
Biji di dalam belum terlalu menonjol.
-
Warna hijau cerah dan tekstur renyah.
Cara panen:
-
Gunakan tangan atau gunting tajam untuk memetik polong agar tidak merusak tanaman.
-
Panen dilakukan setiap 2–3 hari sekali.
-
Hindari panen saat hujan untuk mencegah polong cepat busuk.
Satu tanaman buncis bisa menghasilkan 1–2 kg polong dalam satu musim, tergantung varietas dan pemeliharaan.
8. Tips Tambahan Agar Hasil Lebih Melimpah
-
Rotasi tanaman: Hindari menanam buncis di tempat yang sama terus-menerus. Rotasi dengan tanaman lain seperti jagung atau tomat dapat mencegah penyakit tanah.
-
Gunakan mulsa organik atau plastik: Membantu menjaga kelembaban, menekan gulma, dan menjaga suhu tanah.
-
Pemangkasan daun tua: Daun tua yang tidak produktif bisa dipangkas untuk mengurangi kelembaban dan mencegah penyakit.
-
Pemberian pupuk organik cair (POC): Berikan 1–2 minggu sekali untuk menunjang pertumbuhan dan ketahanan tanaman.
9. Pascapanen
-
Simpan buncis dalam suhu sejuk (10–15°C) agar tetap segar.
-
Buncis mudah layu dan rusak, jadi distribusi ke pasar harus cepat.
-
Untuk pasar ekspor, buncis harus bebas pestisida dan dikemas dengan baik.
10. Kesimpulan
Menanam buncis agar hasilnya melimpah bukan hanya soal menanam dan menyiram. Dibutuhkan teknik budidaya yang baik mulai dari:
-
Pemilihan varietas unggul
-
Persiapan lahan yang tepat
-
Pemupukan dan penyiraman terjadwal
-
Pengendalian hama dan penyakit yang efisien
-
Pemanenan yang rutin dan tepat waktu
Dengan melakukan semua langkah ini secara konsisten, hasil panen buncis Anda bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat. Selain itu, buncis juga bisa menjadi salah satu sumber penghasilan tetap, terutama jika dijual ke pasar tradisional atau supermarket dengan kualitas premium.
.jpg)
Comments
Post a Comment