Skip to main content

Cara Menanam Kacang Panjang Agar Hasil Melimpah



Oleh: WPS

Kacang panjang (Vigna unguiculata subsp. sesquipedalis) adalah tanaman sayur yang banyak dikonsumsi dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain mudah dibudidayakan, tanaman ini bisa tumbuh baik di dataran rendah hingga sedang, serta memiliki umur panen relatif singkat, sekitar 50–60 hari. Namun, agar hasilnya melimpah, perlu dilakukan serangkaian proses budidaya yang benar dan konsisten.

Berikut panduan lengkap cara menanam kacang panjang agar hasil melimpah:


1. Pemilihan Varietas Unggul

Langkah pertama dalam budidaya kacang panjang adalah memilih benih atau varietas yang tepat. Beberapa varietas kacang panjang unggulan antara lain:

  • Varietas Parade: Tahan penyakit, produksi tinggi.

  • Varietas 777: Buah panjang dan tahan simpan.

  • Varietas KP-1 dan KP-2: Cocok untuk dataran rendah dan sedang.

Pilih benih bersertifikat, bebas dari hama dan penyakit, serta memiliki tingkat daya tumbuh tinggi (>80%).


2. Persiapan Lahan Tanam

Kacang panjang tumbuh optimal pada tanah lempung berpasir yang gembur, subur, dan memiliki pH 5,5–6,5.

Langkah-langkah persiapan lahan:

  • Pengolahan tanah: Cangkul atau bajak tanah sedalam 20–30 cm, kemudian biarkan selama 5–7 hari untuk terkena sinar matahari. Ini bertujuan mematikan patogen dan memperbaiki struktur tanah.

  • Pembuatan bedengan: Buat bedengan selebar 1 meter, tinggi 20–30 cm, dan jarak antarbedengan sekitar 50 cm agar drainase baik.

  • Pemupukan dasar: Campurkan pupuk kandang/kompos sebanyak 2–3 kg/m². Jika tanah asam, tambahkan dolomit atau kapur pertanian untuk menetralkan pH.


3. Penanaman Benih Kacang Panjang

Setelah lahan siap, tahap selanjutnya adalah menanam benih secara langsung di lahan (tanpa penyemaian).

Cara menanam:

  • Waktu tanam terbaik: Awal musim hujan atau akhir musim kemarau, tergantung sistem irigasi.

  • Jarak tanam: Gunakan pola tanam 50 x 40 cm atau 60 x 40 cm.

  • Lubang tanam: Buat lubang sedalam 3–5 cm dan masukkan 2–3 butir benih per lubang, kemudian tutup tipis dengan tanah.

Benih akan mulai berkecambah dalam 3–5 hari. Pastikan tanah tetap lembab selama proses ini.


4. Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan rutin menjadi kunci keberhasilan panen yang melimpah.

a. Penyulaman

Periksa tanaman pada umur 5–7 hari. Jika ada yang tidak tumbuh atau tumbuh abnormal, lakukan penyulaman dengan benih baru.

b. Penjarangan

Jika semua benih tumbuh, sisakan 1–2 tanaman yang paling sehat dalam satu lubang tanam, agar tidak saling berebut nutrisi.

c. Penyiraman

  • Siram tanaman secara rutin, terutama pada minggu-minggu awal pertumbuhan dan saat musim kemarau.

  • Hindari penyiraman berlebihan karena bisa menyebabkan akar membusuk.

d. Pemupukan Susulan

Pupuk tambahan sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi buah.

  • Pupuk I (umur 10–15 HST): Gunakan pupuk NPK (15:15:15) sebanyak 5–10 gram per tanaman.

  • Pupuk II (umur 25–30 HST): Tambahkan pupuk KNO3 atau pupuk daun untuk merangsang pembungaan dan pembuahan.

Aplikasikan pupuk dengan cara dikocor atau ditabur di sekitar tanaman, lalu tutup tanah dan siram.

e. Penyiangan dan Pembumbunan

  • Lakukan penyiangan gulma minimal 2 kali selama pertumbuhan tanaman (sekitar umur 15 dan 30 hari).

  • Pembumbunan (menimbun pangkal batang dengan tanah) dilakukan bersamaan agar akar makin kokoh dan tidak rebah.

f. Pemasangan Ajir (Penyangga)

Kacang panjang adalah tanaman merambat, sehingga perlu ajir untuk merambat dan mendukung pertumbuhan.

  • Gunakan ajir dari bambu atau kayu setinggi 1,5–2 meter.

  • Pasang ajir saat tanaman berumur 10–15 hari.

  • Arahkan sulur tanaman untuk merambat pada ajir agar tidak melilit tanaman lain.


5. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama Umum:

  • Ulat daun (Spodoptera): Memakan daun muda. Gunakan pestisida nabati atau insektisida sistemik jika serangan berat.

  • Kutu daun: Menghisap cairan tanaman dan bisa menularkan virus. Gunakan perangkap kuning atau semprotan air sabun.

  • Thrips: Menyerang bunga dan menyebabkan bunga rontok.

Penyakit Umum:

  • Antraknosa (Colletotrichum): Menyebabkan bercak pada buah. Gunakan fungisida atau semprot larutan bawang putih.

  • Busuk akar: Disebabkan jamur akibat kelembaban tinggi. Perbaiki drainase dan hindari penyiraman berlebihan.

  • Virus mosaic: Menyebabkan daun keriting dan pertumbuhan terhambat. Tanaman yang terinfeksi sebaiknya dicabut dan dimusnahkan.

Gunakan pestisida alami seperti rebusan daun mimba, serai, atau tembakau sebagai alternatif ramah lingkungan.


6. Pembungaan dan Pembentukan Polong

Kacang panjang mulai berbunga sekitar 30–35 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi iklim.

Agar pembungaan optimal:

  • Pastikan tanaman mendapat cukup sinar matahari.

  • Jangan terlalu banyak nitrogen karena akan merangsang daun, bukan bunga.

  • Berikan pupuk tinggi kalium dan fosfor saat pembungaan.

Bunga akan menjadi polong dalam waktu 5–7 hari setelah mekar. Perhatikan hama seperti trips yang sering menyerang bunga.


7. Pemanenan Kacang Panjang

Kacang panjang dapat mulai dipanen 45–60 hari setelah tanam, tergantung varietas dan lokasi tanam.

Ciri-ciri kacang siap panen:

  • Polong masih muda, panjang, dan biji belum menonjol keluar.

  • Warna hijau cerah dan tekstur masih renyah.

Cara panen:

  • Panen dilakukan dengan cara dipetik menggunakan tangan atau gunting tajam.

  • Panen sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari agar kualitas tetap segar.

  • Lakukan panen setiap 2–3 hari sekali untuk menjaga produksi tetap berlanjut.

Satu tanaman dapat menghasilkan 20–40 polong atau lebih, tergantung varietas dan perawatan.


8. Tips Tambahan Agar Hasil Melimpah

Berikut beberapa tips praktis yang bisa meningkatkan hasil panen kacang panjang secara signifikan:

  • Gunakan pupuk organik secara berkala untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan mikroorganisme tanah.

  • Rotasi tanaman: Jangan menanam kacang panjang di tempat yang sama setiap musim tanam untuk mencegah akumulasi penyakit.

  • Gunakan mulsa organik seperti jerami untuk menjaga kelembaban, menekan gulma, dan menambahkan nutrisi saat membusuk.

  • Pengamatan rutin: Lakukan pengecekan setiap hari untuk mendeteksi dini serangan hama dan penyakit.

  • Penerapan sistem tumpangsari (intercropping) dengan tanaman seperti jagung atau bayam bisa mengurangi hama dan memaksimalkan lahan.


9. Kesimpulan

Budidaya kacang panjang bukanlah hal yang sulit, tetapi untuk mendapatkan hasil yang melimpah dibutuhkan ketelitian dan ketekunan dalam semua tahap, mulai dari pemilihan benih, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Kunci utamanya terletak pada manajemen air, pemupukan yang tepat, serta pengendalian hama dan penyakit yang efektif.

Dengan mengikuti panduan di atas secara disiplin, Anda bisa menikmati hasil panen kacang panjang yang tidak hanya melimpah, tetapi juga berkualitas tinggi dan bernilai jual tinggi di pasaran.

Comments

Popular posts from this blog

Soal 1 TKA Bahasa Indonesia SMP Kelas 9

Perhatikan dan cermati kutipan berita berikut untuk menjawab soal no 1 – 2! Berita 1 Berita tentang peristiwa kematian Sofia, seorang gadis kecil berusia 7 tahun tak ayal membuat masyarakat Indonesia geram. Gadis kecil lucu tersebut tewas di tangan ibu angkatnya sendiri dan dikubur di halaman belakang rumah, tepat di bawah kandang kelinci peliharaan keluarga. Sofia memang hanyalah anak angkat dari keluarga Stefanus. Ia kerapkali diperlakukan layaknya seorang budak di rumah tersebut. … 1. Berita tersebut berisikan tentang … a. kasus penganiayaan orang tua kandung terhadap anak b. kekerasan orang tua oleh anak kandung c. peristiwa pembunuhan seorang anak oleh ibu angkatnya sendiri d. perlakuan layaknya budak oleh ibu angkat e. peristiwa kematian seorang anak Jawab : C 2. Urutan penyampaian informasi pada paragraf berita di atas ialah … a. Apa, Kenapa, Bagaimana b. Siapa, mengapa, apa c. Apa, apa, apa d. Kenapa, siapa, apa e. Siapa, kenapa, apa Jawab : A 3. Perhatikan memo di bawah ini...

Rangkuman Teks Tanggapan – Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP

T eks tanggapan untuk siswa kelas 9 SMP . Rangkuman ini mencakup pengertian, tujuan, struktur, ciri-ciri, jenis, kaidah kebahasaan, langkah-langkah menulis, serta contoh singkatnya. Rangkuman Teks Tanggapan – Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP 1. Pengertian Teks Tanggapan Teks tanggapan adalah teks yang berisi penilaian, kritik, atau pujian terhadap suatu hal, seperti karya, peristiwa, fenomena, atau pendapat orang lain. Tanggapan ini dapat berupa setuju atau tidak setuju , positif atau negatif , disertai alasan yang logis dan objektif. Contoh hal yang bisa ditanggapi: Buku atau film Ceramah atau pidato Artikel berita Peristiwa sosial atau budaya Kebijakan pemerintah Fenomena alam atau sosial Teks tanggapan tidak hanya menyatakan setuju atau tidak setuju, tetapi juga menjelaskan alasan serta memberikan masukan atau solusi , bila perlu. 2. Tujuan Teks Tanggapan Tujuan utama dari teks tanggapan adalah untuk: Memberikan penilaian terhadap suatu objek sec...

Macam-macam Kata Keterangan dalam Bahasa Indonesia

  Jenis-Jenis Kata Keterangan Utama: Keterangan Waktu (Temporal) : Menyatakan kapan peristiwa terjadi (misal:  kemarin, pagi ini, sebentar lagi ). Keterangan Tempat (Lokatif) : Menunjukkan lokasi terjadinya peristiwa (misal:  di sini, di sekolah, ke sana ). Keterangan Cara : Menjelaskan bagaimana suatu tindakan dilakukan (misal:  dengan hati-hati, berlari kencang ). Keterangan Derajat/Intensitas : Menunjukkan tingkat atau seberapa banyak (misal:  sangat, agak, sekali ). Keterangan Frekuensi : Menyatakan seberapa sering (misal:  selalu, sering, jarang, kadang-kadang ). Keterangan Alat : Menunjukkan alat yang digunakan (misal:  dengan pulpen, memakai sapu ). Keterangan Kesertaan : Menunjukkan adanya pihak lain yang ikut serta (misal:  bersama teman, tanpa siapa pun ). Keterangan Sebab (Kausal) : Menyatakan alasan atau penyebab (misal:  karena hujan, sebab itu ). Keterangan Akibat : Menyatakan hasil atau konsekuensi (misal:  hingga larut...