Skip to main content

Cara Menanam Mentimun dengan Baik Agar Hasil Melimpah



Oleh: WPS

Pendahuluan

Mentimun (Cucumis sativus) adalah salah satu sayuran buah yang sangat populer di Indonesia. Selain dikonsumsi sebagai lalapan, rujak, acar, atau jus, mentimun juga digunakan dalam berbagai produk kecantikan dan kesehatan. Karena permintaan pasar yang tinggi, mentimun menjadi komoditas pertanian yang menjanjikan.

Mentimun memiliki masa panen yang cepat, yakni sekitar 35–45 hari setelah tanam. Namun, untuk mendapatkan hasil yang melimpah dan berkualitas tinggi, diperlukan teknik budidaya yang tepat mulai dari pemilihan lahan, benih, penanaman, hingga perawatan.


1. Syarat Tumbuh Tanaman Mentimun

Sebelum memulai penanaman, penting untuk mengetahui syarat tumbuh mentimun agar bisa berkembang dengan optimal:

  • Iklim: Mentimun tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis.

  • Suhu: Ideal pada suhu 21–27°C.

  • Ketinggian: Dataran rendah hingga sedang, maksimal 800 m dpl.

  • Jenis tanah: Gembur, subur, kaya bahan organik, dan drainase baik.

  • pH tanah: 6,0–7,0.

  • Penyinaran: Butuh sinar matahari penuh minimal 6 jam per hari.


2. Pemilihan Varietas Unggul

Pilih benih mentimun yang unggul, tahan penyakit, dan produktif. Beberapa varietas mentimun populer:

  • Mentimun Hercules F1

  • Mentimun Mercy F1

  • Mentimun Local Hijau Panjang

  • Mentimun Lokal Putih

Varietas F1 biasanya lebih tahan penyakit dan menghasilkan buah lebih banyak.


3. Persiapan Lahan

a. Pengolahan Tanah

  • Gemburkan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak sedalam 20–30 cm.

  • Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman.

  • Biarkan tanah terkena sinar matahari selama 5–7 hari agar patogen mati.

b. Pembuatan Bedengan

  • Buat bedengan selebar 1 meter, tinggi 30 cm, dan panjang disesuaikan.

  • Jarak antar bedengan 50–60 cm.

  • Pasang mulsa plastik hitam perak (MPHP) untuk menjaga kelembaban, mencegah gulma, dan meningkatkan hasil.

c. Pupuk Dasar

Campurkan ke dalam bedengan:

  • Pupuk kandang: 1–2 ton per 1000 m²

  • Dolomit (jika pH tanah rendah): 200–500 kg per hektar

  • NPK 15-15-15 atau 16-16-16: 100–200 kg per hektar


4. Penyemaian dan Penanaman

a. Cara Penyemaian

  • Rendam benih dalam air hangat selama 3–5 jam untuk mempercepat perkecambahan.

  • Semai benih di tray semai, polybag kecil, atau langsung di lahan.

b. Penanaman Langsung

  • Buat lubang tanam di bedengan (melubangi mulsa jika digunakan).

  • Jarak tanam: 40–60 cm antar tanaman; 60–70 cm antar baris.

  • Tanam benih sedalam 1–2 cm, 1–2 butir per lubang.

  • Siram dengan air secukupnya.


5. Pemasangan Ajir atau Rambatan

Mentimun termasuk tanaman merambat. Pemasangan ajir sangat penting agar:

  • Tanaman tidak menyentuh tanah (mengurangi busuk buah).

  • Buah lebih bersih dan mudah dipanen.

  • Sirkulasi udara lebih baik.

Gunakan bambu, tali rafia, atau jaring paranet. Pemasangan dilakukan saat tanaman berumur 1–2 minggu.


6. Pemeliharaan Tanaman Mentimun

a. Penyiraman

  • Lakukan setiap pagi dan sore hari terutama saat musim kemarau.

  • Hindari genangan air untuk mencegah busuk akar.

b. Penyiangan

  • Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman setiap 1–2 minggu.

  • Gulma mengganggu pertumbuhan dan menyerap nutrisi.

c. Pemupukan Susulan

Lakukan pemupukan susulan beberapa kali selama pertumbuhan:

  1. Umur 10–15 hari:

    • Urea dan KCl (1:1) sebanyak 5–10 gram per tanaman.

  2. Umur 25–30 hari (fase berbunga):

    • Pupuk NPK atau pupuk cair organik.

  3. Fase berbuah:

    • Tambahkan KNO3 untuk meningkatkan kualitas dan jumlah buah.

Pemupukan dapat dilakukan dengan cara ditabur atau dikocor (pupuk dilarutkan dan disiram ke tanaman).

d. Pemangkasan (Perempelan)

  • Buang tunas yang tumbuh di ketiak daun bagian bawah (tunas tidak produktif).

  • Fokuskan pertumbuhan ke batang utama dan cabang produktif.


7. Pengendalian Hama dan Penyakit

a. Hama Umum

  • Lalat buah: Menyerang buah dan menyebabkan busuk.

    • Solusi: Gunakan perangkap lalat atau insektisida nabati.

  • Kutu daun: Menghisap cairan daun.

    • Solusi: Semprot air sabun atau pestisida alami.

  • Ulat daun: Menggerek daun muda.

    • Solusi: Semprot dengan biopestisida.

b. Penyakit Umum

  • Embun tepung: Daun tampak bertepung putih.

    • Solusi: Gunakan fungisida organik seperti larutan baking soda.

  • Layu bakteri: Tanaman mendadak layu meski cukup air.

    • Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi.

  • Busuk buah: Terjadi saat kelembaban tinggi.

    • Solusi: Pasang ajir, jaga sirkulasi udara, jangan siram berlebihan.

Tips Pencegahan:

  • Gunakan benih tahan penyakit.

  • Jaga kebersihan lahan.

  • Rotasi tanaman (hindari menanam mentimun setelah labu, semangka, atau melon).


8. Panen Mentimun

a. Umur Panen

Mentimun bisa dipanen pada usia 35–45 hari setelah tanam, tergantung varietas.

b. Ciri-ciri Buah Siap Panen

  • Ukuran sesuai varietas (panjang ±20 cm).

  • Kulit masih hijau mengilap, belum menguning.

  • Buah terasa padat saat ditekan.

c. Teknik Panen

  • Gunakan gunting atau pisau tajam.

  • Potong tangkai ±1 cm di atas pangkal buah.

  • Lakukan panen setiap 2 hari sekali untuk merangsang produksi buah baru.

d. Produksi dan Hasil

  • Dalam satu musim, satu tanaman mentimun bisa menghasilkan 15–30 buah.

  • Hasil bisa mencapai 15–30 ton per hektar jika dirawat dengan baik.


9. Tips Tambahan Agar Panen Melimpah

  1. Gunakan mulsa plastik untuk menjaga kelembaban dan mengurangi gulma.

  2. Tanam di musim yang tepat, yaitu awal kemarau (Maret–Mei) atau akhir hujan (September–November).

  3. Gunakan pupuk organik cair (POC) seperti air cucian beras, EM4, atau kompos teh sebagai booster alami.

  4. Jangan tanam terlalu rapat agar tanaman tidak bersaing terlalu ketat.

  5. Lakukan rotasi tanaman setiap musim tanam untuk mencegah penumpukan penyakit tanah.


Penutup

Menanam mentimun dengan baik memerlukan ketelitian dan konsistensi dalam setiap tahapannya. Mulai dari pemilihan benih, persiapan lahan, penanaman, hingga perawatan rutin seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit. Dengan manajemen yang tepat, hasil panen mentimun bisa melimpah dalam waktu singkat.

Selain itu, mentimun juga cocok ditanam dalam skala rumahan maupun komersial karena masa panennya cepat dan perawatannya relatif mudah. Jika dikelola secara organik dan ramah lingkungan, hasil panen mentimun bisa bernilai ekonomi lebih tinggi.

Dengan mengikuti panduan di atas, Anda bisa memulai budidaya mentimun sendiri, baik untuk konsumsi pribadi, dijual di pasar, atau dijadikan usaha pertanian yang menjanjikan.

Comments

Popular posts from this blog

Soal 1 TKA Bahasa Indonesia SMP Kelas 9

Perhatikan dan cermati kutipan berita berikut untuk menjawab soal no 1 – 2! Berita 1 Berita tentang peristiwa kematian Sofia, seorang gadis kecil berusia 7 tahun tak ayal membuat masyarakat Indonesia geram. Gadis kecil lucu tersebut tewas di tangan ibu angkatnya sendiri dan dikubur di halaman belakang rumah, tepat di bawah kandang kelinci peliharaan keluarga. Sofia memang hanyalah anak angkat dari keluarga Stefanus. Ia kerapkali diperlakukan layaknya seorang budak di rumah tersebut. … 1. Berita tersebut berisikan tentang … a. kasus penganiayaan orang tua kandung terhadap anak b. kekerasan orang tua oleh anak kandung c. peristiwa pembunuhan seorang anak oleh ibu angkatnya sendiri d. perlakuan layaknya budak oleh ibu angkat e. peristiwa kematian seorang anak Jawab : C 2. Urutan penyampaian informasi pada paragraf berita di atas ialah … a. Apa, Kenapa, Bagaimana b. Siapa, mengapa, apa c. Apa, apa, apa d. Kenapa, siapa, apa e. Siapa, kenapa, apa Jawab : A 3. Perhatikan memo di bawah ini...

Rangkuman Teks Tanggapan – Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP

T eks tanggapan untuk siswa kelas 9 SMP . Rangkuman ini mencakup pengertian, tujuan, struktur, ciri-ciri, jenis, kaidah kebahasaan, langkah-langkah menulis, serta contoh singkatnya. Rangkuman Teks Tanggapan – Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP 1. Pengertian Teks Tanggapan Teks tanggapan adalah teks yang berisi penilaian, kritik, atau pujian terhadap suatu hal, seperti karya, peristiwa, fenomena, atau pendapat orang lain. Tanggapan ini dapat berupa setuju atau tidak setuju , positif atau negatif , disertai alasan yang logis dan objektif. Contoh hal yang bisa ditanggapi: Buku atau film Ceramah atau pidato Artikel berita Peristiwa sosial atau budaya Kebijakan pemerintah Fenomena alam atau sosial Teks tanggapan tidak hanya menyatakan setuju atau tidak setuju, tetapi juga menjelaskan alasan serta memberikan masukan atau solusi , bila perlu. 2. Tujuan Teks Tanggapan Tujuan utama dari teks tanggapan adalah untuk: Memberikan penilaian terhadap suatu objek sec...

Macam-macam Kata Keterangan dalam Bahasa Indonesia

  Jenis-Jenis Kata Keterangan Utama: Keterangan Waktu (Temporal) : Menyatakan kapan peristiwa terjadi (misal:  kemarin, pagi ini, sebentar lagi ). Keterangan Tempat (Lokatif) : Menunjukkan lokasi terjadinya peristiwa (misal:  di sini, di sekolah, ke sana ). Keterangan Cara : Menjelaskan bagaimana suatu tindakan dilakukan (misal:  dengan hati-hati, berlari kencang ). Keterangan Derajat/Intensitas : Menunjukkan tingkat atau seberapa banyak (misal:  sangat, agak, sekali ). Keterangan Frekuensi : Menyatakan seberapa sering (misal:  selalu, sering, jarang, kadang-kadang ). Keterangan Alat : Menunjukkan alat yang digunakan (misal:  dengan pulpen, memakai sapu ). Keterangan Kesertaan : Menunjukkan adanya pihak lain yang ikut serta (misal:  bersama teman, tanpa siapa pun ). Keterangan Sebab (Kausal) : Menyatakan alasan atau penyebab (misal:  karena hujan, sebab itu ). Keterangan Akibat : Menyatakan hasil atau konsekuensi (misal:  hingga larut...