Skip to main content

Cara Menanam Talas dengan Baik Agar Hasil Melimpah



Oleh: WPS

Pendahuluan

Talas (Colocasia esculenta) adalah tanaman umbi-umbian yang memiliki banyak manfaat dan nilai ekonomi. Umbinya bisa dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat alternatif pengganti nasi, dan daun mudanya juga sering diolah menjadi sayur. Di Indonesia, talas dikenal dalam berbagai varietas seperti talas bogor, talas beneng, dan talas ketan. Talas memiliki potensi pasar yang luas, baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor.

Meski tergolong tanaman yang mudah tumbuh, hasil panen talas bisa sangat melimpah jika dibudidayakan dengan benar dan terencana. Berikut adalah panduan lengkap cara menanam talas dengan baik agar hasil panen optimal.


1. Syarat Tumbuh Tanaman Talas

Sebelum menanam talas, penting memahami syarat tumbuhnya agar tanaman berkembang secara maksimal:

  • Iklim: Tumbuh baik di daerah tropis dengan curah hujan sedang (1.000–1.500 mm/tahun).

  • Suhu: Ideal pada kisaran 21–27°C.

  • Ketinggian: Dataran rendah hingga menengah (0–1.000 meter di atas permukaan laut).

  • Tanah: Subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik. Tanah liat berpasir sangat cocok.

  • pH tanah: 5,5–7,0.

  • Cahaya matahari: Sinar matahari penuh sepanjang hari.


2. Pemilihan Bibit Unggul

Pemilihan bibit yang baik adalah kunci keberhasilan panen.

a. Jenis Bibit

Bibit talas dapat diperoleh dari:

  • Anakan (umbi kecil) yang tumbuh di sekitar umbi induk.

  • Setek batang bawah (bekas umbi yang masih memiliki mata tunas).

b. Ciri-ciri Bibit Unggul

  • Sehat, tidak cacat, dan bebas hama/penyakit.

  • Ukuran sedang (tidak terlalu kecil/tua).

  • Sudah memiliki tunas.

  • Usia bibit 1–2 bulan.

Bibit sebaiknya direndam dalam air selama 1 jam sebelum tanam untuk merangsang pertumbuhan.


3. Persiapan Lahan

a. Pengolahan Tanah

  • Cangkul atau bajak tanah sedalam ±30 cm.

  • Bersihkan lahan dari gulma, rumput, dan sisa tanaman.

  • Biarkan tanah terkena sinar matahari selama 5–7 hari.

b. Pembuatan Bedengan (opsional)

Jika tanah rawan tergenang, buat bedengan setinggi 30–50 cm dengan lebar 1 meter.

c. Pemupukan Dasar

Gunakan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah:

  • Pupuk kandang/kompos matang: 20–30 ton/hektar.

  • Campurkan pupuk ke dalam tanah saat pengolahan.


4. Penanaman Talas

a. Waktu Tanam

Talas sebaiknya ditanam di awal musim hujan (Oktober–Desember), agar mendapat suplai air yang cukup selama masa pertumbuhan.

b. Jarak Tanam

  • Jarak antar tanaman: 60–90 cm.

  • Jarak antar barisan: 70–100 cm.

  • Kedalaman lubang tanam: 10–15 cm.

c. Cara Menanam

  • Masukkan bibit talas ke lubang tanam dengan mata tunas menghadap ke atas.

  • Tutup dengan tanah gembur dan padatkan sedikit.

  • Siram jika tanah terlalu kering.


5. Perawatan dan Pemeliharaan

a. Penyiraman

  • Lakukan secara teratur terutama pada musim kemarau.

  • Tanaman talas menyukai tanah lembap, tapi tidak tergenang.

b. Penyiangan

  • Bersihkan gulma setiap 2–4 minggu sekali.

  • Gulma dapat mengganggu pertumbuhan dan menyerap nutrisi.

c. Pembumbunan

  • Pembumbunan (menimbun tanah ke sekitar pangkal batang) dilakukan 1–2 bulan setelah tanam.

  • Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan umbi dan mencegah umbi terangkat ke permukaan tanah.

d. Pemupukan Susulan

Berikan pupuk susulan secara berkala:

  1. Umur 1 bulan:

    • Pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 5–10 gram per tanaman.

  2. Umur 3 bulan:

    • Tambahkan pupuk kandang atau kompos sebanyak 1–2 kg per tanaman.

  3. Pupuk tambahan:

    • KNO3 (pupuk kalium) untuk merangsang pembesaran umbi.

Pupuk bisa diberikan dengan cara dikocor (dicampur air) atau ditabur di sekeliling pangkal batang.


6. Pengendalian Hama dan Penyakit

a. Hama Umum

  1. Ulat daun – menyerang daun muda.

    • Solusi: Semprot dengan insektisida nabati seperti daun mimba atau air bawang putih.

  2. Kutu putih – mengisap cairan daun.

    • Solusi: Gunakan air sabun atau pestisida organik.

b. Penyakit Umum

  1. Busuk umbi (Phytophthora sp.)

    • Penyebab: Jamur akibat tanah terlalu lembap/genangan air.

    • Solusi: Perbaiki drainase, hindari over-watering.

  2. Layu daun

    • Daun tiba-tiba layu meski cukup air.

    • Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman terinfeksi, gunakan fungisida organik.

c. Tips Pencegahan

  • Gunakan benih bebas penyakit.

  • Jaga sirkulasi udara dan kelembaban tanah.

  • Rotasi tanaman dengan palawija lain (jagung, kacang) untuk menghindari penumpukan patogen tanah.


7. Panen Talas

a. Umur Panen

  • Talas umumnya siap panen pada usia 6–9 bulan, tergantung varietas dan perawatan.

  • Talas beneng dan varietas besar bisa dipanen pada umur 10–12 bulan.

b. Ciri-ciri Siap Panen

  • Daun mulai menguning dan mengering.

  • Batang mengecil dan rebah.

  • Umbi keras dan kulit luar kering.

c. Cara Panen

  • Gunakan cangkul atau garpu tanah untuk menggali umbi.

  • Angkat umbi secara hati-hati agar tidak rusak.

  • Bersihkan tanah yang menempel, tapi jangan mencuci jika tidak langsung dijual.

d. Hasil Panen

  • Satu tanaman bisa menghasilkan 2–5 kg umbi, tergantung varietas.

  • Potensi hasil: 15–30 ton/hektar jika dikelola dengan baik.


8. Pasca Panen dan Penyimpanan

  • Simpan umbi di tempat sejuk dan kering, hindari paparan sinar matahari langsung.

  • Talas bisa bertahan 1–2 bulan jika disimpan dengan baik.

  • Untuk pasar ekspor atau industri, talas perlu dibersihkan dan dikemas rapi.


9. Tips Agar Hasil Talas Melimpah

  1. Gunakan bibit unggul dari varietas produktif dan tahan penyakit.

  2. Tanam di lahan yang subur dan tidak tergenang air.

  3. Perhatikan jarak tanam, jangan terlalu rapat agar umbi berkembang maksimal.

  4. Lakukan pemupukan organik rutin untuk menjaga kesuburan tanah.

  5. Lakukan pembumbunan untuk mendorong pembentukan umbi besar.

  6. Pilih waktu panen yang tepat, jangan terlalu cepat karena umbi belum padat.


Penutup

Menanam talas bisa menjadi peluang usaha pertanian yang menguntungkan jika dilakukan dengan teknik budidaya yang benar. Talas bukan hanya tanaman tradisional, tetapi juga memiliki potensi pasar yang besar baik sebagai bahan pangan alternatif maupun untuk industri makanan olahan.

Dengan memperhatikan faktor seperti pemilihan bibit, pengolahan lahan, perawatan tanaman, dan pengendalian hama penyakit, hasil panen talas bisa meningkat secara signifikan. Satu lahan kecil pun dapat menghasilkan umbi berkualitas tinggi yang bernilai jual tinggi.

Semoga panduan ini bisa membantu siapa saja yang ingin membudidayakan talas, baik untuk konsumsi pribadi, usaha kecil, maupun skala besar.


Comments

Popular posts from this blog

Soal 1 TKA Bahasa Indonesia SMP Kelas 9

Perhatikan dan cermati kutipan berita berikut untuk menjawab soal no 1 – 2! Berita 1 Berita tentang peristiwa kematian Sofia, seorang gadis kecil berusia 7 tahun tak ayal membuat masyarakat Indonesia geram. Gadis kecil lucu tersebut tewas di tangan ibu angkatnya sendiri dan dikubur di halaman belakang rumah, tepat di bawah kandang kelinci peliharaan keluarga. Sofia memang hanyalah anak angkat dari keluarga Stefanus. Ia kerapkali diperlakukan layaknya seorang budak di rumah tersebut. … 1. Berita tersebut berisikan tentang … a. kasus penganiayaan orang tua kandung terhadap anak b. kekerasan orang tua oleh anak kandung c. peristiwa pembunuhan seorang anak oleh ibu angkatnya sendiri d. perlakuan layaknya budak oleh ibu angkat e. peristiwa kematian seorang anak Jawab : C 2. Urutan penyampaian informasi pada paragraf berita di atas ialah … a. Apa, Kenapa, Bagaimana b. Siapa, mengapa, apa c. Apa, apa, apa d. Kenapa, siapa, apa e. Siapa, kenapa, apa Jawab : A 3. Perhatikan memo di bawah ini...

Rangkuman Teks Tanggapan – Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP

T eks tanggapan untuk siswa kelas 9 SMP . Rangkuman ini mencakup pengertian, tujuan, struktur, ciri-ciri, jenis, kaidah kebahasaan, langkah-langkah menulis, serta contoh singkatnya. Rangkuman Teks Tanggapan – Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP 1. Pengertian Teks Tanggapan Teks tanggapan adalah teks yang berisi penilaian, kritik, atau pujian terhadap suatu hal, seperti karya, peristiwa, fenomena, atau pendapat orang lain. Tanggapan ini dapat berupa setuju atau tidak setuju , positif atau negatif , disertai alasan yang logis dan objektif. Contoh hal yang bisa ditanggapi: Buku atau film Ceramah atau pidato Artikel berita Peristiwa sosial atau budaya Kebijakan pemerintah Fenomena alam atau sosial Teks tanggapan tidak hanya menyatakan setuju atau tidak setuju, tetapi juga menjelaskan alasan serta memberikan masukan atau solusi , bila perlu. 2. Tujuan Teks Tanggapan Tujuan utama dari teks tanggapan adalah untuk: Memberikan penilaian terhadap suatu objek sec...

Macam-macam Kata Keterangan dalam Bahasa Indonesia

  Jenis-Jenis Kata Keterangan Utama: Keterangan Waktu (Temporal) : Menyatakan kapan peristiwa terjadi (misal:  kemarin, pagi ini, sebentar lagi ). Keterangan Tempat (Lokatif) : Menunjukkan lokasi terjadinya peristiwa (misal:  di sini, di sekolah, ke sana ). Keterangan Cara : Menjelaskan bagaimana suatu tindakan dilakukan (misal:  dengan hati-hati, berlari kencang ). Keterangan Derajat/Intensitas : Menunjukkan tingkat atau seberapa banyak (misal:  sangat, agak, sekali ). Keterangan Frekuensi : Menyatakan seberapa sering (misal:  selalu, sering, jarang, kadang-kadang ). Keterangan Alat : Menunjukkan alat yang digunakan (misal:  dengan pulpen, memakai sapu ). Keterangan Kesertaan : Menunjukkan adanya pihak lain yang ikut serta (misal:  bersama teman, tanpa siapa pun ). Keterangan Sebab (Kausal) : Menyatakan alasan atau penyebab (misal:  karena hujan, sebab itu ). Keterangan Akibat : Menyatakan hasil atau konsekuensi (misal:  hingga larut...