Skip to main content

Cara Menanam Terong Ungu dengan Baik agar Hasil Melimpah



Oleh: WPS

Pendahuluan

Terong ungu (Solanum melongena) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, terong juga mudah diolah menjadi berbagai jenis masakan, seperti balado, sayur lodeh, maupun lalapan. Budidaya terong ungu bisa dilakukan di pekarangan rumah maupun lahan pertanian secara luas. Namun, untuk mendapatkan hasil yang melimpah, diperlukan teknik budidaya yang tepat dan terencana.

Berikut adalah panduan lengkap cara menanam terong ungu dengan baik agar hasil panen maksimal.


1. Syarat Tumbuh Terong Ungu

Sebelum menanam, penting memahami syarat tumbuh agar tanaman terong dapat berkembang optimal.

  • Iklim: Terong ungu tumbuh baik di daerah beriklim tropis dengan curah hujan sedang (800–1200 mm per tahun).

  • Suhu ideal: 25–30°C.

  • Ketinggian tempat: Dataran rendah hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (m dpl).

  • Jenis tanah: Gembur, subur, banyak mengandung humus, dan memiliki drainase baik.

  • pH tanah: 5,5–6,8.


2. Persiapan Lahan Tanam

a. Pengolahan Tanah

Lahan harus diolah terlebih dahulu:

  • Gemburkan tanah menggunakan cangkul atau traktor sedalam 20–30 cm.

  • Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman.

  • Diamkan tanah selama 7–14 hari agar terkena sinar matahari, membunuh hama/penyakit.

  • Buat bedengan dengan ukuran:

    • Lebar: 100–120 cm

    • Tinggi: 30–40 cm

    • Jarak antar bedengan: 40–60 cm

b. Pemupukan Dasar

Campurkan pupuk dasar ke dalam tanah bedengan:

  • Pupuk kandang/kompos: 2–3 ton per 1000 m²

  • Dolomit (jika pH tanah asam): 1 ton per hektar

  • Pupuk kimia (opsional): NPK 16:16:16 sebanyak 100–200 kg per hektar


3. Persiapan dan Penyemaian Benih

a. Memilih Benih

Pilih benih unggul dari toko pertanian terpercaya. Beberapa varietas unggul terong ungu antara lain:

  • Terong Ungu F1 Antaboga

  • Terong Ungu Yuvita F1

  • Terong Ungu F1 Mustang

b. Penyemaian Benih

  • Siapkan media semai berupa campuran tanah, kompos, dan pasir (1:1:1).

  • Gunakan polybag kecil atau tray semai.

  • Rendam benih dalam air hangat (±50°C) selama 15–30 menit untuk mempercepat perkecambahan.

  • Tanam benih sedalam 0,5–1 cm.

  • Siram secara teratur dan simpan di tempat teduh.

  • Bibit siap pindah tanam setelah berumur 20–30 hari atau sudah memiliki 4–5 helai daun sejati.


4. Penanaman Terong Ungu

a. Waktu Tanam

Waktu terbaik menanam terong adalah awal musim kemarau atau akhir musim hujan.

b. Jarak Tanam

Gunakan jarak tanam ideal untuk mencegah persaingan nutrisi:

  • Jarak tanam: 60–70 cm antar tanaman, 70–80 cm antar baris.

c. Teknik Penanaman

  • Buat lubang tanam sedalam 5–10 cm.

  • Tanam bibit secara hati-hati agar akar tidak rusak.

  • Tutup lubang dengan tanah gembur.

  • Siram secukupnya setelah tanam.


5. Pemeliharaan dan Perawatan

Agar hasil panen maksimal, pemeliharaan tanaman sangat penting. Berikut poin-poin perawatan yang wajib dilakukan:

a. Penyiraman

  • Lakukan penyiraman secara rutin, terutama saat musim kemarau.

  • Jangan terlalu banyak air agar akar tidak membusuk.

b. Penyiangan

  • Bersihkan gulma setiap 2–3 minggu sekali.

  • Gulma bersaing dengan tanaman dalam menyerap unsur hara.

c. Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan dilakukan dalam 2–3 tahap:

  1. Umur 2 minggu setelah tanam:

    • NPK 16:16:16 sebanyak 5–10 gram/tanaman

  2. Umur 1 bulan:

    • Campuran urea, KCl, dan TSP (1:1:1) sebanyak 10 gram/tanaman

  3. Masa berbunga:

    • Tambahkan pupuk kandang atau kompos untuk merangsang buah.

Pemupukan bisa dengan cara ditabur atau dikocor (larutkan pupuk dalam air lalu siram ke pangkal tanaman).

d. Perempelan (Pemangkasan)

  • Pangkas daun tua atau cabang yang tidak produktif.

  • Sisakan 2–3 batang utama untuk pertumbuhan optimal.

e. Pemasangan Ajir (Penopang)

  • Gunakan kayu atau bambu sebagai ajir setinggi 1 meter.

  • Ikat batang terong ke ajir agar tidak roboh akibat angin atau beban buah.


6. Pengendalian Hama dan Penyakit

a. Hama Umum

  1. Ulat daun – menyerang daun muda

    • Solusi: Gunakan insektisida nabati (air rendaman bawang putih atau daun mimba).

  2. Kutu daun (aphids) – menghisap cairan daun

    • Solusi: Semprot air sabun atau pestisida alami.

  3. Penggerek buah – menyebabkan buah busuk

    • Solusi: Buang buah yang terserang, semprot insektisida organik.

b. Penyakit Umum

  1. Layu Fusarium – tanaman mendadak layu

    • Solusi: Gunakan varietas tahan penyakit, jaga kebersihan lahan.

  2. Bercak daun – bercak coklat atau hitam di daun

    • Solusi: Semprot fungisida nabati (misalnya, ekstrak serai).

Tips Pencegahan:

  • Rotasi tanaman setiap musim.

  • Jangan menanam terong di lahan bekas tomat/cabai (satu famili).

  • Gunakan mulsa plastik untuk mengurangi serangan hama tanah.


7. Panen Terong Ungu

a. Umur Panen

  • Terong ungu dapat mulai dipanen saat berumur 70–90 hari setelah tanam.

  • Panen pertama biasanya dilakukan saat buah masih muda, kulitnya mengilap, dan ukuran sudah optimal.

b. Cara Memanen

  • Gunakan pisau atau gunting tajam.

  • Potong tangkai buah sekitar 1–2 cm dari pangkal buah.

c. Frekuensi Panen

  • Panen dilakukan setiap 3–5 hari sekali.

  • Satu tanaman bisa menghasilkan 2–4 kg buah selama masa produksi.


8. Tips Agar Hasil Terong Ungu Melimpah

Berikut beberapa tips tambahan agar hasil budidaya lebih optimal:

  1. Gunakan benih unggul yang tahan hama dan produktif tinggi.

  2. Berikan pencahayaan cukup jika ditanam dalam polybag di rumah.

  3. Berikan hormon perangsang buah (seperti pupuk bunga) pada fase berbunga.

  4. Hindari overwatering karena bisa menyebabkan busuk akar.

  5. Panen secara rutin agar tanaman terus memproduksi buah baru.


Penutup

Menanam terong ungu bukan hanya sekadar menaruh benih ke dalam tanah. Diperlukan pengetahuan tentang syarat tumbuh, teknik penyemaian, perawatan intensif, dan pengendalian hama penyakit untuk mendapatkan hasil maksimal. Jika dilakukan dengan benar dan konsisten, satu lahan kecil pun bisa menghasilkan buah terong ungu dalam jumlah melimpah, baik untuk konsumsi pribadi maupun dijual sebagai usaha pertanian.

Dengan mengikuti langkah-langkah dan tips di atas, Anda tidak hanya akan memperoleh hasil panen yang banyak, tetapi juga berkualitas tinggi, yang tentunya bernilai jual tinggi di pasaran. Jadi, apakah Anda siap menanam terong ungu hari ini?

Comments

Popular posts from this blog

Soal 1 TKA Bahasa Indonesia SMP Kelas 9

Perhatikan dan cermati kutipan berita berikut untuk menjawab soal no 1 – 2! Berita 1 Berita tentang peristiwa kematian Sofia, seorang gadis kecil berusia 7 tahun tak ayal membuat masyarakat Indonesia geram. Gadis kecil lucu tersebut tewas di tangan ibu angkatnya sendiri dan dikubur di halaman belakang rumah, tepat di bawah kandang kelinci peliharaan keluarga. Sofia memang hanyalah anak angkat dari keluarga Stefanus. Ia kerapkali diperlakukan layaknya seorang budak di rumah tersebut. … 1. Berita tersebut berisikan tentang … a. kasus penganiayaan orang tua kandung terhadap anak b. kekerasan orang tua oleh anak kandung c. peristiwa pembunuhan seorang anak oleh ibu angkatnya sendiri d. perlakuan layaknya budak oleh ibu angkat e. peristiwa kematian seorang anak Jawab : C 2. Urutan penyampaian informasi pada paragraf berita di atas ialah … a. Apa, Kenapa, Bagaimana b. Siapa, mengapa, apa c. Apa, apa, apa d. Kenapa, siapa, apa e. Siapa, kenapa, apa Jawab : A 3. Perhatikan memo di bawah ini...

Rangkuman Teks Tanggapan – Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP

T eks tanggapan untuk siswa kelas 9 SMP . Rangkuman ini mencakup pengertian, tujuan, struktur, ciri-ciri, jenis, kaidah kebahasaan, langkah-langkah menulis, serta contoh singkatnya. Rangkuman Teks Tanggapan – Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP 1. Pengertian Teks Tanggapan Teks tanggapan adalah teks yang berisi penilaian, kritik, atau pujian terhadap suatu hal, seperti karya, peristiwa, fenomena, atau pendapat orang lain. Tanggapan ini dapat berupa setuju atau tidak setuju , positif atau negatif , disertai alasan yang logis dan objektif. Contoh hal yang bisa ditanggapi: Buku atau film Ceramah atau pidato Artikel berita Peristiwa sosial atau budaya Kebijakan pemerintah Fenomena alam atau sosial Teks tanggapan tidak hanya menyatakan setuju atau tidak setuju, tetapi juga menjelaskan alasan serta memberikan masukan atau solusi , bila perlu. 2. Tujuan Teks Tanggapan Tujuan utama dari teks tanggapan adalah untuk: Memberikan penilaian terhadap suatu objek sec...

Macam-macam Kata Keterangan dalam Bahasa Indonesia

  Jenis-Jenis Kata Keterangan Utama: Keterangan Waktu (Temporal) : Menyatakan kapan peristiwa terjadi (misal:  kemarin, pagi ini, sebentar lagi ). Keterangan Tempat (Lokatif) : Menunjukkan lokasi terjadinya peristiwa (misal:  di sini, di sekolah, ke sana ). Keterangan Cara : Menjelaskan bagaimana suatu tindakan dilakukan (misal:  dengan hati-hati, berlari kencang ). Keterangan Derajat/Intensitas : Menunjukkan tingkat atau seberapa banyak (misal:  sangat, agak, sekali ). Keterangan Frekuensi : Menyatakan seberapa sering (misal:  selalu, sering, jarang, kadang-kadang ). Keterangan Alat : Menunjukkan alat yang digunakan (misal:  dengan pulpen, memakai sapu ). Keterangan Kesertaan : Menunjukkan adanya pihak lain yang ikut serta (misal:  bersama teman, tanpa siapa pun ). Keterangan Sebab (Kausal) : Menyatakan alasan atau penyebab (misal:  karena hujan, sebab itu ). Keterangan Akibat : Menyatakan hasil atau konsekuensi (misal:  hingga larut...