Skip to main content

Penyusunan Naskah Pidato: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkah



Oleh: WPS

Pidato adalah salah satu bentuk komunikasi lisan yang disampaikan di depan khalayak umum dengan tujuan menyampaikan informasi, memengaruhi, menghibur, atau membujuk pendengar. Dalam menyampaikan pidato, keberadaan naskah pidato sangat penting agar pesan yang ingin disampaikan tersusun secara sistematis, jelas, dan efektif. Penyusunan naskah pidato yang baik akan membantu seorang pembicara tampil percaya diri, tidak keluar dari topik, dan lebih mudah menyampaikan gagasan dengan logis dan menarik.

1. Pengertian Naskah Pidato

Naskah pidato adalah teks tertulis yang memuat isi pidato secara terstruktur dan sistematis yang digunakan sebagai panduan atau acuan dalam menyampaikan pidato. Naskah ini dapat dibuat secara lengkap atau berupa poin-poin penting (kerangka pidato), tergantung pada kebutuhan dan jenis pidatonya.

2. Tujuan Penyusunan Naskah Pidato

Tujuan utama penyusunan naskah pidato antara lain:

  1. Menjaga alur pembicaraan agar tetap sesuai topik.

  2. Membantu pengingatan poin-poin penting yang akan disampaikan.

  3. Meningkatkan kepercayaan diri pembicara.

  4. Menghindari kesalahan informasi atau penyampaian yang berulang-ulang.

  5. Memastikan pesan tersampaikan secara efektif dan persuasif.

3. Jenis-jenis Pidato Berdasarkan Tujuannya

Sebelum menyusun naskah pidato, penting memahami jenis pidato berdasarkan tujuannya:

  1. Pidato Informatif: Bertujuan menyampaikan informasi atau pengetahuan (misalnya, presentasi ilmiah).

  2. Pidato Persuasif: Bertujuan membujuk atau memengaruhi pendengar agar mengikuti ajakan atau pandangan tertentu.

  3. Pidato Argumentatif: Menyampaikan argumen atau pendapat yang disertai alasan logis untuk mendukung suatu pandangan.

  4. Pidato Rekreatif: Bertujuan menghibur dan mencairkan suasana (misalnya, pidato dalam acara santai atau perayaan).

4. Struktur Naskah Pidato

Secara umum, naskah pidato memiliki tiga bagian utama:

a. Pembukaan

Berisi salam pembuka, ucapan penghormatan kepada hadirin, serta pengantar ke topik utama. Biasanya mencakup:

  • Salam pembuka: "Assalamualaikum", "Selamat pagi", dsb.

  • Ucapan terima kasih dan penghormatan: kepada panitia, tamu undangan, dan audiens.

  • Pengantar topik: menyampaikan latar belakang dan tujuan pidato.

b. Isi (Tubuh Pidato)

Merupakan bagian utama yang memuat pesan atau gagasan yang ingin disampaikan. Isi pidato disusun secara sistematis dan logis, bisa berupa:

  • Fakta, data, atau informasi pendukung.

  • Argumentasi dan penjelasan.

  • Contoh-contoh konkret untuk memperkuat pernyataan.

c. Penutup

Bagian ini berfungsi untuk menyimpulkan isi pidato, memberikan ajakan (jika ada), dan menutup dengan kesan positif. Biasanya berisi:

  • Ringkasan atau kesimpulan.

  • Harapan, ajakan, atau motivasi.

  • Permintaan maaf jika ada kekurangan.

  • Salam penutup.

5. Langkah-langkah Penyusunan Naskah Pidato

Berikut tahapan penting dalam menyusun naskah pidato secara efektif:

a. Menentukan Tujuan Pidato

Tentukan terlebih dahulu apakah pidato tersebut bersifat informatif, persuasif, atau rekreatif. Hal ini akan menentukan gaya bahasa, isi, dan pendekatan yang digunakan.

b. Menentukan Tema dan Topik

Tema adalah pokok bahasan umum, sementara topik adalah bagian khusus yang akan dibahas dalam pidato. Misalnya:

  • Tema: Pendidikan

  • Topik: Pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda

c. Menentukan Sasaran Audiens

Kenali siapa yang akan menjadi pendengar pidato. Apakah mereka pelajar, profesional, masyarakat umum, atau pejabat? Pengetahuan tentang audiens akan membantu memilih bahasa, contoh, dan nada yang sesuai.

d. Menyusun Kerangka Pidato

Buatlah kerangka naskah pidato terlebih dahulu sebelum ditulis secara lengkap. Kerangka ini mencakup poin-poin utama dalam pembukaan, isi, dan penutup. Dengan kerangka yang jelas, pidato akan lebih terarah dan tidak melebar.

e. Mengumpulkan Data atau Materi Pendukung

Untuk memperkuat isi pidato, perlu dilakukan riset atau pengumpulan informasi yang relevan. Ini bisa berupa kutipan, data statistik, hasil penelitian, atau pengalaman pribadi.

f. Menulis Naskah Pidato Secara Menyeluruh

Tulis naskah berdasarkan kerangka yang telah disusun, dengan memperhatikan gaya bahasa yang sesuai dengan tujuan dan audiens. Gunakan kalimat yang efektif, mudah dipahami, serta mengalir dengan baik.

g. Mengecek dan Mengedit

Setelah naskah selesai ditulis, lakukan pengecekan terhadap:

  • Struktur kalimat dan tata bahasa

  • Alur logika antar paragraf

  • Kesesuaian isi dengan tujuan pidato

  • Keakuratan data atau informasi yang digunakan

Jika perlu, mintalah orang lain untuk membaca dan memberikan masukan.

6. Tips Praktis Menyusun Naskah Pidato

Berikut beberapa tips agar naskah pidato menjadi lebih menarik dan komunikatif:

a. Gunakan Bahasa yang Jelas dan Sederhana

Hindari penggunaan kata-kata yang terlalu teknis atau asing jika tidak diperlukan. Bahasa yang mudah dimengerti akan lebih efektif dalam menyampaikan pesan.

b. Gunakan Gaya Bahasa Retoris

Pidato yang baik sering menggunakan pertanyaan retoris, repetisi (pengulangan), analogi, atau metafora untuk memperkuat pesan dan membuat audiens terlibat secara emosional.

Contoh repetisi:

“Kita butuh perubahan. Kita butuh keberanian. Kita butuh tindakan nyata, sekarang juga.”

c. Sertakan Kutipan atau Cerita Pendukung

Kutipan tokoh terkenal atau cerita singkat (anecdote) dapat menarik perhatian dan memberi kesan mendalam pada pendengar.

d. Perhatikan Durasi Pidato

Panjang pidato harus disesuaikan dengan waktu yang tersedia. Naskah yang terlalu panjang bisa membuat pendengar bosan, sedangkan yang terlalu singkat bisa kehilangan makna.

e. Latih Penyampaian Pidato

Setelah naskah selesai, penting untuk melatih penyampaian pidato secara lisan. Hal ini membantu menguasai isi pidato dan meningkatkan performa saat berbicara di depan umum.

7. Contoh Singkat Struktur Naskah Pidato

Berikut gambaran sederhana struktur naskah pidato:

Pembukaan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang saya hormati Bapak/Ibu guru dan teman-teman yang saya cintai.
Hari ini saya akan menyampaikan pidato tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Isi

Lingkungan sekolah yang bersih mencerminkan sikap peduli dan tanggung jawab kita sebagai siswa. Selain itu, lingkungan yang bersih membuat kita nyaman belajar dan terhindar dari penyakit...

Penutup

Marilah kita bersama-sama menjaga kebersihan sekolah demi kebaikan bersama.
Terima kasih atas perhatian teman-teman semua.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Kesimpulan

Penyusunan naskah pidato merupakan proses penting yang memengaruhi keberhasilan dalam menyampaikan pesan kepada audiens. Dengan struktur yang tepat, isi yang kuat, dan gaya bahasa yang menarik, pidato dapat menjadi alat komunikasi yang sangat efektif. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang yang akan berpidato untuk meluangkan waktu menyusun naskah secara matang dan melakukan latihan sebelum tampil di depan umum.

Comments

  1. Saya jadi mengerti struktur, pengertian, ataupun cara membuat naskah pidato, terimakasih banyak pak!

    ReplyDelete
  2. Sangat mantap keren bermanfaat pak sribudi, sy halwah elifa kls 9E

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Soal 1 TKA Bahasa Indonesia SMP Kelas 9

Perhatikan dan cermati kutipan berita berikut untuk menjawab soal no 1 – 2! Berita 1 Berita tentang peristiwa kematian Sofia, seorang gadis kecil berusia 7 tahun tak ayal membuat masyarakat Indonesia geram. Gadis kecil lucu tersebut tewas di tangan ibu angkatnya sendiri dan dikubur di halaman belakang rumah, tepat di bawah kandang kelinci peliharaan keluarga. Sofia memang hanyalah anak angkat dari keluarga Stefanus. Ia kerapkali diperlakukan layaknya seorang budak di rumah tersebut. … 1. Berita tersebut berisikan tentang … a. kasus penganiayaan orang tua kandung terhadap anak b. kekerasan orang tua oleh anak kandung c. peristiwa pembunuhan seorang anak oleh ibu angkatnya sendiri d. perlakuan layaknya budak oleh ibu angkat e. peristiwa kematian seorang anak Jawab : C 2. Urutan penyampaian informasi pada paragraf berita di atas ialah … a. Apa, Kenapa, Bagaimana b. Siapa, mengapa, apa c. Apa, apa, apa d. Kenapa, siapa, apa e. Siapa, kenapa, apa Jawab : A 3. Perhatikan memo di bawah ini...

Rangkuman Teks Tanggapan – Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP

T eks tanggapan untuk siswa kelas 9 SMP . Rangkuman ini mencakup pengertian, tujuan, struktur, ciri-ciri, jenis, kaidah kebahasaan, langkah-langkah menulis, serta contoh singkatnya. Rangkuman Teks Tanggapan – Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP 1. Pengertian Teks Tanggapan Teks tanggapan adalah teks yang berisi penilaian, kritik, atau pujian terhadap suatu hal, seperti karya, peristiwa, fenomena, atau pendapat orang lain. Tanggapan ini dapat berupa setuju atau tidak setuju , positif atau negatif , disertai alasan yang logis dan objektif. Contoh hal yang bisa ditanggapi: Buku atau film Ceramah atau pidato Artikel berita Peristiwa sosial atau budaya Kebijakan pemerintah Fenomena alam atau sosial Teks tanggapan tidak hanya menyatakan setuju atau tidak setuju, tetapi juga menjelaskan alasan serta memberikan masukan atau solusi , bila perlu. 2. Tujuan Teks Tanggapan Tujuan utama dari teks tanggapan adalah untuk: Memberikan penilaian terhadap suatu objek sec...

Macam-macam Kata Keterangan dalam Bahasa Indonesia

  Jenis-Jenis Kata Keterangan Utama: Keterangan Waktu (Temporal) : Menyatakan kapan peristiwa terjadi (misal:  kemarin, pagi ini, sebentar lagi ). Keterangan Tempat (Lokatif) : Menunjukkan lokasi terjadinya peristiwa (misal:  di sini, di sekolah, ke sana ). Keterangan Cara : Menjelaskan bagaimana suatu tindakan dilakukan (misal:  dengan hati-hati, berlari kencang ). Keterangan Derajat/Intensitas : Menunjukkan tingkat atau seberapa banyak (misal:  sangat, agak, sekali ). Keterangan Frekuensi : Menyatakan seberapa sering (misal:  selalu, sering, jarang, kadang-kadang ). Keterangan Alat : Menunjukkan alat yang digunakan (misal:  dengan pulpen, memakai sapu ). Keterangan Kesertaan : Menunjukkan adanya pihak lain yang ikut serta (misal:  bersama teman, tanpa siapa pun ). Keterangan Sebab (Kausal) : Menyatakan alasan atau penyebab (misal:  karena hujan, sebab itu ). Keterangan Akibat : Menyatakan hasil atau konsekuensi (misal:  hingga larut...